Apanya yang Telanjang?
Di atas adalah pertanyaan standar yang terlontar manakala orang pertama kali membuka blog ku ini.
Sesungguhnya A Naked Truth.... adalah sebuah jurnal yang memuat segala aspirasiku tentang kehidupan (yang baik dan buruk).
Mungkin bisa berguna buat orang lain, mungkin pula tidak. Mungkin menarik untuk dibaca, mungkin pula tidak. Apapun itu dan bagaimanapun reaksi orang setelah membacanya, ini hanyalah kumpulan pemikiranku tentang berbagai hal.
Jurnal ini menjadi semacam katarsis dan katup pengaman dalam me-manage emosi dan uneg-uneg ku.
Mohon maaf atas segala kekurangannya. Juga atas judulnya yang sedikit mengundang (karena kata dan judul Naked tersebut..). Maaf, tidak seperti ekspektasi sebagian orang, Blog ini tidak memuat ketelanjangan (nudity) fisik tapi hanya ketelanjangan pikiran (mental) semata, maka itu diberi nama "A Naked Truth" (Sebuah Kebenaran yang Telanjang).....

What s naked?
Above is a typical question uttered when a new reader walk into my blog.
Matter of factly A Naked Truth.... is merely a personal journal comprises my aspirations and inspirations on life (The good and the ugly truth of it).
It may be useful or not for the readers. It may be attractive or dull to the audiences. For what that may be, no matter what people responses, this is only a collection of my thoughts on many things.
It simply a catarcist and safe valve in order to manage my emotions and psychological turmoils.
So sorry for the weakness and shorts, and so for the intriquing title. Not as many expected, there is no nudity or pornograhic images placed here but mentally stripped thoughts in jotting down posting. That's why I call it A Naked Truth.
Tuesday, April 29, 2008
Across The Universe
Benar bahwa judul postingku kali inimengutip dari salah satu judul lagu The Beatles yang sekaligus pula di film-kan oleh seorang sutradara wanita,menjadi sebuah film dengan title yang sama. Agak jadul sedikit memang seleraku dalam hal ini tapi tak bisa dipungkiri kalau lagu-lagu the Beatles memang "timeless' alias 'kagak ada matinya" (bahasa betawi). Lantaran belum lama ini menonton DVD film tersebut dan kemarin malam telibat pembicaran yang ber-durasi lumayan lama memabahas tentang "universe" alias alam semesta kehidupan ini maka terpkikirlah aku untuk mem-post kan satu hal ini. Sederhananya, sebagaimana diungkap Rhonda Byrne dalam "The Secrets" seorang manusia mesti mempercayai bahwa alam semesta (universe) pastilah akan memberikan hal positip yang terbaik buat individu tersebut. Namun syaratnya dia harus percaya (alias berpikir positip) tentang dunia sekelilingnya (universe). Dengan suatu cara yang mungkin tidak bisa dimengerti oleh manusia biasanya alam semesta akan memberikan kita jalan yang sebelumnya mungkin tidak pernah terpikirkan. Duh, filosofis sekali ya pembahasan ku, he he. Tapi betul kok kalau kita punya sikap positip tentang segala sesuatu maka biasanya alam semesta akan me-respon kita dengan positip juga, believe it or not! Jadi (meski rada-rada kurang nyambung dengan tema film tadi), aku cuma mau bilang berpikir positip saja lah dengan apa pun yang tengah kita hadapi, setuju?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
























0 comments:
Post a Comment