Apanya yang Telanjang?


Di atas adalah pertanyaan standar yang terlontar manakala orang pertama kali membuka blog ku ini.

Sesungguhnya A
Naked Truth.... adalah sebuah jurnal yang memuat segala aspirasiku tentang kehidupan (yang baik dan buruk).

Mungkin bisa berguna buat orang lain, mungkin pula tidak. Mungkin menarik untuk dibaca, mungkin pula tidak. Apapun itu dan bagaimanapun reaksi orang setelah membacanya, ini hanyalah kumpulan pemikiranku tentang berbagai hal.

Jurnal ini menjadi semacam katarsis dan katup pengaman dalam me-manage emosi dan uneg-uneg ku.

Mohon maaf atas segala kekurangannya. Juga atas judulnya yang sedikit mengundang (karena kata dan judul Naked tersebut..). Maaf, tidak seperti ekspektasi sebagian orang, Blog ini tidak memuat ketelanjangan (nudity) fisik tapi hanya ketelanjangan pikiran (mental) semata, maka itu diberi nama "A Naked Truth" (Sebuah Kebenaran yang Telanjang).....



What s naked?

A
bove is a typical question uttered when a new reader walk into my blog.

Matter of factly A Naked Truth.... is merely a personal journal comprises my aspirations and inspirations on life (The good and the ugly truth of it).

It may be useful or not for the readers. It may be attractive or dull to the audiences. For what that may be, no matter what people responses, this is only a collection of my thoughts on many things.

It simply a catarcist and safe valve in order to manage my emotions and psychological turmoils.

So sorry for the weakness and shorts, and so for the intriquing title. Not as many expected, there is no nudity or pornograhic images placed here but mentally stripped thoughts in jotting down posting. That's why I call it A Naked Truth.


In Flesh and blood :

Read Also My Other Naked Truth :

Tuesday, April 22, 2008

Tali pocong perawan vs Tali Persahabatan




Minggu, 20 April 2008 kemarin sebenarnya ada catatan yang menarik yang belum sempat aku post di sini. Percayalah itu bukan tentang nasib buruk temanku yang berasal dari Bandung dan kehilangan dompet di Taman Jajan BSD atau tentang menerima ajakan seorang teman dekat untuk nonton "Tali Pocong Perawan" (Duh ... bukan filem favorit ku banget, moho maaf ya sebelumnya.....buat film maker-nya atau mbak Dewi Persik..he he he). Anyway, hari itu rencananya sih teman mengajak nonton film horor itu dan karena tidak ada agenda apapun aku menuruti saja undangannya. Namun karena seorang teman dari bandung tadi mengalami musibah kami terpaksa membatalkan rencana itu dan segera membantu teman yang tengah kesulitan ini. Alhasil sembari menunggu keberangkatan teman tadi ke bandung (which is jam 09.000 malam), kami habiskan sore itu dengan duduk dan bincang-bincang di sekitar TIM, tepatnya di sebuah warung tenda pinggir jalan yang terkenal menyajikan masakan Jepang dgn harga murah! You know something, sudah bertahun-tahun aku tidak berada di tempat itu (and telling the truth..it reminds me of my EX! he he..karena dialah yang memperkenalkan aku dengan warung unik itu..manakala kami sedang kencan sambil menunggu waktu putar film-film yang sedang di-festivalkan di TIM!...oh masa lalu...). Anyway yang mau aku catat di sini sebenarnya cuma satu hal saja. Kadang kita harus mengorbankan kepentingan kita untuk orang lain namun demikian di atas semua itu "respect" terhadap nilai sebuah persahabatan kadang menuntut hal semacam itu ("pengorbanan"). Respect kemudian membentuk reputasi yang menjadi bagian integral dari sebuah kepribadian, hal mana yang mengukuhkan keindahan atau keburukan karakter seseorang dalam pergaulan. (Duh.., aku menulis apa ini? ..whatever.... pokoknya itulah yang terlintas di benakku sekarang..)

0 comments:

What I Think of these Movies :