


Minggu, 20 April 2008 kemarin sebenarnya ada catatan yang menarik yang belum sempat aku post di sini. Percayalah itu bukan tentang nasib buruk temanku yang berasal dari Bandung dan kehilangan dompet di Taman Jajan BSD atau tentang menerima ajakan seorang teman dekat untuk nonton "Tali Pocong Perawan" (Duh ... bukan filem favorit ku banget, moho maaf ya sebelumnya.....buat film maker-nya atau mbak Dewi Persik..he he he). Anyway, hari itu rencananya sih teman mengajak nonton film horor itu dan karena tidak ada agenda apapun aku menuruti saja undangannya. Namun karena seorang teman dari bandung tadi mengalami musibah kami terpaksa membatalkan rencana itu dan segera membantu teman yang tengah kesulitan ini. Alhasil sembari menunggu keberangkatan teman tadi ke bandung (which is jam 09.000 malam), kami habiskan sore itu dengan duduk dan bincang-bincang di sekitar TIM, tepatnya di sebuah warung tenda pinggir jalan yang terkenal menyajikan masakan Jepang dgn harga murah! You know something, sudah bertahun-tahun aku tidak berada di tempat itu (and telling the truth..it reminds me of my EX! he he..karena dialah yang memperkenalkan aku dengan warung unik itu..manakala kami sedang kencan sambil menunggu waktu putar film-film yang sedang di-festivalkan di TIM!...oh masa lalu...). Anyway yang mau aku catat di sini sebenarnya cuma satu hal saja. Kadang kita harus mengorbankan kepentingan kita untuk orang lain namun demikian di atas semua itu "respect" terhadap nilai sebuah persahabatan kadang menuntut hal semacam itu ("pengorbanan"). Respect kemudian membentuk reputasi yang menjadi bagian integral dari sebuah kepribadian, hal mana yang mengukuhkan keindahan atau keburukan karakter seseorang dalam pergaulan. (Duh.., aku menulis apa ini? ..whatever.... pokoknya itulah yang terlintas di benakku sekarang..)

























0 comments:
Post a Comment