Apanya yang Telanjang?


Di atas adalah pertanyaan standar yang terlontar manakala orang pertama kali membuka blog ku ini.

Sesungguhnya A
Naked Truth.... adalah sebuah jurnal yang memuat segala aspirasiku tentang kehidupan (yang baik dan buruk).

Mungkin bisa berguna buat orang lain, mungkin pula tidak. Mungkin menarik untuk dibaca, mungkin pula tidak. Apapun itu dan bagaimanapun reaksi orang setelah membacanya, ini hanyalah kumpulan pemikiranku tentang berbagai hal.

Jurnal ini menjadi semacam katarsis dan katup pengaman dalam me-manage emosi dan uneg-uneg ku.

Mohon maaf atas segala kekurangannya. Juga atas judulnya yang sedikit mengundang (karena kata dan judul Naked tersebut..). Maaf, tidak seperti ekspektasi sebagian orang, Blog ini tidak memuat ketelanjangan (nudity) fisik tapi hanya ketelanjangan pikiran (mental) semata, maka itu diberi nama "A Naked Truth" (Sebuah Kebenaran yang Telanjang).....



What s naked?

A
bove is a typical question uttered when a new reader walk into my blog.

Matter of factly A Naked Truth.... is merely a personal journal comprises my aspirations and inspirations on life (The good and the ugly truth of it).

It may be useful or not for the readers. It may be attractive or dull to the audiences. For what that may be, no matter what people responses, this is only a collection of my thoughts on many things.

It simply a catarcist and safe valve in order to manage my emotions and psychological turmoils.

So sorry for the weakness and shorts, and so for the intriquing title. Not as many expected, there is no nudity or pornograhic images placed here but mentally stripped thoughts in jotting down posting. That's why I call it A Naked Truth.


In Flesh and blood :

Read Also My Other Naked Truth :

Monday, August 31, 2009

Esensi Kebahagiaan (The essence of Happiness)



Yesterday is history Tomorrow is a mystery And today is a gift That's why they call it the present. ---Unknown

Bagaimana kita menghargai apa yang kita miliki dan hadapi saat ini jelaslah mencitrakan siapa kita sebenarnya. Seseorang yang membangga-banggakan kejayaan masa lalu biasanya adalah seorang pecundang (di masa sekarangnya). Seseorang yang terlalu penuh mimpi dan prediksi tentang keberhasilannya di masa depan boleh jadi adalah seseorang yang tidak realistis dalam menghadapi hidup (kendatipun bermimpi adalah hal yang bagus dan tidak ada hukum yang melarang).

Namun begitu sedikitnya orang yang mampu menghargai hidup dan apa yang telah dia peroleh dan nikmati saat sekarang ini (at this very moment). Manusia umumnya lebih meributkan segala hal yang belum atau tidak dia miliki saat ini. Kehilangan hal-hal yang dia sayangi atau inginkan merupakan kesedihan mendalam, demikian pula dengan belum mencapai apa yang diinginkan (cita-cita) akan sama dampaknya dalam membuat seseorang frustrasi. Sehingga orang sering melupakan betapa besar nikmatnya berada di titik yang sekarang (with the good and the ugly of it).

0 comments:

What I Think of these Movies :