Apanya yang Telanjang?


Di atas adalah pertanyaan standar yang terlontar manakala orang pertama kali membuka blog ku ini.

Sesungguhnya A
Naked Truth.... adalah sebuah jurnal yang memuat segala aspirasiku tentang kehidupan (yang baik dan buruk).

Mungkin bisa berguna buat orang lain, mungkin pula tidak. Mungkin menarik untuk dibaca, mungkin pula tidak. Apapun itu dan bagaimanapun reaksi orang setelah membacanya, ini hanyalah kumpulan pemikiranku tentang berbagai hal.

Jurnal ini menjadi semacam katarsis dan katup pengaman dalam me-manage emosi dan uneg-uneg ku.

Mohon maaf atas segala kekurangannya. Juga atas judulnya yang sedikit mengundang (karena kata dan judul Naked tersebut..). Maaf, tidak seperti ekspektasi sebagian orang, Blog ini tidak memuat ketelanjangan (nudity) fisik tapi hanya ketelanjangan pikiran (mental) semata, maka itu diberi nama "A Naked Truth" (Sebuah Kebenaran yang Telanjang).....



What s naked?

A
bove is a typical question uttered when a new reader walk into my blog.

Matter of factly A Naked Truth.... is merely a personal journal comprises my aspirations and inspirations on life (The good and the ugly truth of it).

It may be useful or not for the readers. It may be attractive or dull to the audiences. For what that may be, no matter what people responses, this is only a collection of my thoughts on many things.

It simply a catarcist and safe valve in order to manage my emotions and psychological turmoils.

So sorry for the weakness and shorts, and so for the intriquing title. Not as many expected, there is no nudity or pornograhic images placed here but mentally stripped thoughts in jotting down posting. That's why I call it A Naked Truth.


In Flesh and blood :

Read Also My Other Naked Truth :

Monday, August 24, 2009

Tentang Alam Semesta


...Kubiarkan alam semesta bekerja untuk ku...kuserahkan diriku sepenuhnya dengan pemikiran positip.....

Seberapa jauh dan seberapa keras pun kita berusaha di muka bumi ini maka segala sesuatunya tidak selalu akan seperti yang kita mau.

Seberapa keras pun determinasi kita atau integritas kita dalam menjalankan sesuatu atau mencapai cita-cita, kekacauan, rintangan dan ketidaksempurnaan dapat terjadi. Disadari ataupun tidak, spiritual atau atheis, ada kekuatan di luar sana yang menyeimbangkan segala sesuatu. Kita bagaikan debu atau seutas partikel di alam semesta yang tanpa batas.

Keberhasilan atau kegagalan kita saat ini atau nanti semata-mata merupakan bagian dari interaksi yang menyeimbangkan alam semesta. Maka itu manakala kita telah berusaha dan berjuang sekeras mungkin dalam melakukan sesuatu, percayakan pula bahwa alam semesta akan menyeimbangkannya.

Percaya pula bahwa entah bagaimana alam semesta punya fungsi dan mekanisme tertentu untuk membantu kita mewujudkan cita-cita atau pun mengalami kegagalan. So somewhat we leave every single thing to chance while doing things as hard and perfect as we can. Be positive!

0 comments:

What I Think of these Movies :