
Melanjutkan tulisan saya sebelumnya (Baca artikel sebelumnya: Apakah Anda Pembawa Keberuntungan atau Kesialan?), kita akan membahas hal yang lebih menarik yaitu: Apa yang Membuat Anda Menjadi Orang yang Beruntung?
Masih ingat contoh dan ilustrasi saya tentang rekan kerja saya bernama si A? Di banyak kejadian dan tempat dia seolah-olah menciptakan keberuntungan. Di hadapan seorang prospek / calon pelanggan yang sulit di-approach bisa dia tundukkan dengan mudah (sementara sales person-nya sendiri sudah hampir berputus asa). Yang lebih ajaib lagi bila dia berada di konter dan resto yang sepi maka seringkali tempat-tempat itu satu persatu di datangi pengunjung hingga menjadi ramai! Seakan-akan semua yang bersentuhan dan bersinggungan dengannya terkena imbas keberuntungan! semacam Midas touch (sentuhan tangannya si Midas yang terkenal legenda nya itu).
Fenomena ini membuat saya tertarik untuk mempelajari lebih dalam, apa yang membuat orang seperti si A tadi seolah-olah memiliki pesona atau aura keberuntungan? Kebetulankah atau suatu hasil dari upaya yang sungguh-sungguh? Inilah yang menjadi topik bahasan kita kali ini.
Mulailah saya mencari referensi tentang faktor keberuntungan (luck factor) ini, saya cari buku-buku dari penulis terkenal, saya search berbagai artikel lewat Google.
Salah satu penulis favorit saya adalah Brian Tracy yang telah banyak menelurkan Buku-buku best-seller. Dalam bukunya bertajuk The Luck Factor, Tracy menyimpulkan bahwa untuk menjadi orang yang beruntung (baca sukses) seseorang harus memenuhi prinsip-prinsip berikut:
- The Law of Attraction
- The Law of Indirect Effort
- The Law of Reciprocation
Clarity (Kejelasan) artinya seseorang yang beruntung harus punya kejelasan dan ketegasan apa sebenarnya yang dia inginkan. Sebagaimana dikatakan Tracy :"...Clarity simply means that you know exactly what it is you want and is perhaps the most important luck factor of all, at least at the beginning....". Sederhananya anda tidak akan menjadi orang yang beruntung bilamana anda sendiri tidak tahu apa yang anda inginkan alias tidak fokus atau tidak punya tujuan. Jadi bila kita kembali kepada si A tadi, manakala dia mengerjakan proyek atau kegiatannya dia benar-benar yakin dan tahu apa yang hendak dia tuju (misalnya: meng-goal-kan transaksi si sales person) dan itu bukan kebetulan yang tidak disengaja.
Bila anda tertarik untuk mempelajari pemikiran Tracy tentang faktor keberuntungan ini, anda bisa membuka link berikut: 7 Factors of Luck.
Hal menarik lainnya adalah bahwa Tracy juga membahas The Law of Attraction-nya Rhonda Byrne yang populer itu. Prinsip yang satu ini mengajarkan kita untuk menciptakan aura yang positip bagi diri kita sendiri sedemikian rupa hingga hal-hal positip (kesuksesan dan keberuntungan) memantul (echoes back) kembali kepada kita.
Setelah saya teliti ternyata benar bahwa si A tadi adalah orang yang selalu positive thinking, bertintegritas baik dan tulus terhadap lingkungan. Dia semaksimal mungkin memancarkan rasa percaya diri dan karisma yang kuat dan sebisa mungkin menghindari keputus-asaan dan sikap negatip semacamnya. Tidak mengherankan bila lingkungan (baca: alam semesta) pun memantulkan kebaikan dan keberuntungan balik kepada dirinya. Aura positipnya demikian kuat sehingga hampir semua orang cepat akrab dengan nya dan senantiasa mengundang kebaikan, kebajikan dan tentunya ..keberuntungan. Maukah anda menjadi seperti si A ini?

























0 comments:
Post a Comment